Yakin, Dekati dan Minta ke Allah

Sebuah pengalaman bisa menjadi pelajaran berharga bagi orang yang mengalaminya. Pengalaman yang Mila Faradilah alami membuatnya yakin dan ingin selalu mendekatkan diri pada Allah SWT. Mila pernah bekerja di salah satu perusahaan Jepang di Cikarang. Saat itu ia bekerja dengan 3 shift, sampai akhirnya Mila memutuskan untuk menghabiskan masa kontrak. Ia menyesal karena saat shift 1 jarang sekali bisa melaksanakan salat dhuha, sedangkan di shift 3 jarang sempat salat tahajud. Setelah menghabiskan masa kontrak, Mila kembali ke kampung halamannya. Di sana Mila mengabdikan diri di pesantren 1 tahun lamanya dan mengajar komputer untuk diploma 1.  Di pesantren ia hanya minta uang transport, sedangkan di diploma mendapat 430 ribu per bulan dipotong 150 ribu per bulan untuk ongkos. Mila begitu ikhlas dan pasrah terhadap keputusannya untuk berhenti bekerja di perusahaan yang sebelumnya. “Saya pasrahkan semua pada Allah SWT. Di rumah, saya buka bimbel sambil berjualan es yang muridnya hampir 20 orang. Setiap kali pertemuan belajar dibayar 2 ribu rupiah. Saya juga tak lupa menyedekahkan ke anak yatim 10% dari harta saya,” kata Mila. Kehidupan tak selalu berjalan dengan baik. Disukai dan dibenci adalah hal biasa, tinggal bagaimana kita menanggapinya. Sama halnya dengan Mila, ada saja omongan masyarakat yang kurang enak. Seperti kalimat, “pintar kuliah juga dapat beasiswa tapi ujung-ujungnya jualan es lilin, ujung-ujungnya ngajar.” Di pesantren pun ada saja yang usik karena murid-murid banyak yang suka dengan metode belajar Mila. “Saya dihina, dicaci pun diem saja. Padahal saya niatnya bantu dan tidak minta bayaran biar Allah yang membalas tapi kenapa mereka seperti itu?” ujarnya. Suatu hari Mila dihadapkan dengan kondisi disuruh berbohong untuk menjadi guru kesenian. Ia sudah menolak karena bukan guru kesenian melainkan guru algoritma, VB, dan website . Akhirnya dengan terpaksa Mila mengikuti apa yang mereka mau. Ia sudah bingung harus berbuat apa. Setelah mengikuti diktat kesenian, Mila diberi ongkos dari diktatnya dan ia menolak karena merasa bukan haknya. “Saya bukan guru kesenian, saya serahkan pada Anda ini semua dan makanannya saya kasih ke orang,” ungkapnya. Setiba di pesantren, tanpa ragu Mila langsung mengumpulkan semua guru beserta para yayasan. Ia menjelaskan kalau yang ia lakukan bukan karena sok atau apa pun. Mila pun lebih memilih keluar dari tempat tersebut jika harus melakukan seperti ini lagi. Di pesantren harusnya jujur, bukan malah mengajari seorang guru untuk berbohong. Keikhlasan dan keyakinannya terhadap Allah SWT membuatnya keluar dari segala kesulitan yang sebelumnya ia rasakan. Alhamdulillah Allah beri jalan keluar dan mengganti dengan penghasilan kerjaan 10 kali lipat dari yang pernah Mila sedekahkan. Kekuatan sedekah memang benar luar biasa. Tak lama kemudian, ujian jodoh datang di akhir 2016. Saat itu, ada lelaki yang ingin mengkhitbah Mila, tapi terkendala dari orang tua si lelaki. Mila sadar diri dengan keadaannya yang bukan orang  kaya dan fisik yang biasa-biasa saja. Sebaliknya, Mila tak melihat laki-laki dari harta juga fisiknya. “Saya diuji dengan urusan cinta. Hal itu membuat saya yakin untuk memperbanyak lagi amalan sunnah, sedekah, bahkan ditambah puasa Senin-Kamis, salat malam sambil dzikir sampai subuh,” tuturnya. Setelah salat gerhana, teman Mila yang bernama Lisa mengabarkan kalau ia bertemu dengan seorang pria berpakaian putih menggunakan kopiah di tempat bakso.  Dengan ramah Lisa menawarkan untuk makan dan minum, tapi segelas pun laki-laki itu tidak mau. Laki-laki tersebut hanya menitipkan pesan untuk Mila melalui Lisa. Isi pesan tersebut, “Bilangin ya pada temanmu itu jangan sedih mulu, jangan nangis mulu, terus saja dekati Allah karena ini ujian bagi dia. Kelak Allah akan ganti yang jauh lebih baik dari dia, Allah memisahkan yang baik dengan yang baik akan diganti yang jauh lebih baik, atau Allah ingin mereka sama-sama menjadi lebih baik lagi. DEKATI ALLAH terus ya bilang sama temenmu, terus saja ngadu sama Allah dan kalau kamu pulang di perjalanan ada musibah bacalah innalillahi wa inna ilaihii raajiuun...” Di perjalanan pulang, Lisa melihat kecelakaan sepeda motor yang terlindas kereta. Seketika ia ingat pesan si lelaki tersebut. Rasa penasaran membuatnya kembali ke warung bakso. Sesampainya di sana lelaki itu sudah tidak ada, ia pun bertanya ke pemilik warung bakso. Namun, anehnya pemilik warung bakso tak pernah melihat Lisa berbincang dengan seorang lelaki. Yang dilihatnya hanyalah Lisa sedang asik bermain HP dan saat itu tidak ada pembeli lagi selain Lisa. “Dari cerita yang Lisa ujarkan kepada saya, saya masih berpikir sampai sekarang siapa sebenarnya laki-laki tersebut,” kata Mila. Bagaimana pun kejadian yang dialami setiap orang, tentu saja Allah ingin menguji setiap hambaNya dengan tujuan, yakni agar kita selalu kembali pada Allah, juga semakin mendekatkan diri dengan Allah SWT. sumber gambar 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.