Saat Susah dan Sempit Menghampiri

kesulitan-hidup

Kesusahan, kesempitan, semua itu datangnya dari Allah. Tidak semua orang diberikan kesusahan, diberikan kesempitan rezeki, diberikan kemiskinan. Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh Ustadz Yusuf Mansur.

“Jadi saat dikasih itu, sesungguhnya itu Karunia. Karunia dari Allah. Agar segera bangkit. Bangun. Dan bertuhan Allah. Jangan mencari manusia. Polin aja ke Allah,” ujar Ustadz Yusuf Mansur.

Ketika kita ditimpa kesusahan, mungkin artinya kita harus mengoreksi diri, memperbanyak istighfar, salawat dan membaca dan laa hawla walaa quwwata illa billaah 100 kali per hari, kalau perlu hajar seribu, dua ribu, tiga ribu, empat ribu per hari. Tapi dibawa santai bacanya dan sambil perbaikan diri dan ibadah.

“Geber doanya juga, jika masalah dan berhajat, jangan sesekali. Tapi kudu rapet, kudu intens, hajar 40 hari, 100 hari, 1 tahun, doa gak putus. Dan yang lebih penting tinggalin segala maksiat dan potensi maksiat, hati pikiran tangan mata telinga mulut kako supaya supaya doa gak terhalang,” ungkapnya.

Tidak ada orang yang bisa berpura-pura susah karena suara rintihan itu mahal. Jika suara tersebut diperdengarkan hanya kepada Allah, insyaAlllah akan naik dan berubah derajatnya.

“Mereka-mereka yang bisa berdamai dengan Pemilik Kesusahan, insyaAllah akan damai hatinya. Hingga Allah pun “malu” bila tetep membiarkan susah, dan sebaik-baiknya permintaan adalah ampuan dan ridhanya,” ungkapnya.

Sumber gambar 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *