Prasangka Baik ke Allah

Allah sesuai prasangka hambanya. Hal itulah yang selalu diyakini oleh Anna, sahabat SMI dari grup 11. Anna dan suami sudah menikah lebih kurang sepuluh tahun, kehidupan pernikahan mereka sangat dimudahkan Allah, iman, akhlak dan mapan karena sang suami bekerja di hotel bintang lima. Namun setelah mereka mendalami agama, mereka sadar jika bekerja di hotel banyak haramnya. “Meski suami gak pernah minum-minuman khomar dan berbuat macam-macam, tapi kalau ikut menyiapkan juga kena dosanya, belum lagi nyicil beli rumah dan kendaraan ke bank kan ada bunganya bisa kena riba,” kata Anna. Ketika Anna sedang hamil delapan bulan, akhirnya suami memutuskan untuk resign dari pekerjaannya. “Meski berat, suami putuskan resign dan belajar usaha sendiri dengan modal yang cukup. Pelan-pelan jual rumah karena takut kena riba dan gak ada uang,” ungkapnya. Keputusan mereka mendapat tentangan dari keluarga, dan di sini lah awal dari semua keterpurukan. “Jatuh sampai nol gak bersisa. Usaha sana sini apa saja dilakukan, pelan-pelan tapi pasti semua barang mulai yang gede sampai yang kecil ke jual, modal yang besar kalau gak ada skil dan pengalaman cukup habis juga,” ujar Anna. Tidak sampai di sana saja, cobaan juga datang dari orang-orang di sekitar Anna. Sindiran, cacian, diremehkan, dikucilkan sudah menjadi makanan sehari-hari unutk mereka. “Banyak yang bilang ini karena terlalu nuruti agama, cari yang haram  saja susah gimana yang halal, kata mereka. Tapi kami tetap fight meskipun pahit, gak enak, nangis dalam diri,” kata Anna. Meskipun mendapat banyak cobaan, Anna yakin Allah akan menolong mereka. “Saya yakin Allah pasti akan angkat dan tolong kami dari keadaan ini. Semoga yang kami alami sebagai bentuk penebusan dosa-dosa kami yang dulu,” ungkap Anna. Anna bersyukur karena dia dan suami mempunyai guru yang dapat membimbing. Mereka juga diyakinkan bahwa Islam itu seperti bara api, awalnya sangat panas, terlihat banyak aturan tapi membuat umatnya selamat dunia dan akhirat. “Kami tingkatkan ibadah, taqarob Illalah, bersihkan diri dari dosa dan prasangka gak baik. Akhirnya kami belajar ikhlas, banyak istighfar dan pasrah,” katanya. Setelah itu, Anna memutuskan untuk membantu suami dengan bekerja. Di sini Anna merasakan nikmatnya memulai sesuatu dari yang kecil. Saat itu, Anna hanya mendapatkan gaji sebesar Rp 400 ribu yang harus dikurangi biaya kos dan kebutuhan lain. Meskipun terdengar mustahil hidup satu bulan dengan uang yang kecil, namun karena halal dan mereka yakin ke Allah, semua bisa tercukupi. “Pelan-pelan tapi pasti kehidupan kami mulai menanjak. Tahun 2010 kami mulai usaha, perjuangan cuma tiga bulan naik terus sampai sekarang alhamdulillah gak pernah turun, malah sekarang di mana kompetitor yang lain mengeluh sepi, kami malah naik dua bahkan tiga kali lipat,” ungkapnya. Setiap tahunnya selalu ada hasil baik. Kini, Anna dan suami sudah mampu membeli tanah, rumah dan kendaraan bahkan bisa mendaftar umroh, hebatnya semua dibayar cash. “Gantungkan ke Allah saja, sabar nabung dan menunggu irodat Allah kapan dijabahi. Modal kami cuma doa, ikhtiar dan tawakal, Allah yang atur semua. Hidup seperti mainan doang, semua diatur sama Allah. Pengin apa-apa tinggal tunjuk, salawatin, doa dan ikhtiar. Finalnya Allah yang menentukan kalau diridhoi cepat dapatnya, kalau gak ya diganti dengan yang lebih baik, berkah dan banyak,” tutup Anna. Sumber gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.