Menemukan Pasangan yang Baik

Keluarga dan Rumah Tangga Harmonis

“Kamu adalah seperti pasanganmu”, kutipan tersebut menjadi kalimat pembuka dalam sebuah diskusi yang menarik di grup SMI 10. Membangun sebuah rumah tangga memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak tantangan yang harus dilewati.

“Jujur saja tidak ada rumah tangga yang mulus, pasti ada debu, pasir, kerikil atau  batu besar. Saat keduanya sudah satu frekuensi insyaAllah bakal terlewati dengan baik, apapun itu, tapi butuh kerjasama antara keduanya untuk bisa membangun frekuensi tersebut. Nah, pas kerja sama itu yang kadang-kadang ada selisih atau apalah, itulah indahnya berumah tangga,” kata Farida Wahyu.

Menanggapi pernyataan Farida, Inna Sinatrya menanyakan bagaimana mengetahui pasangan kita baik atau tidak. “Bagaimana ya caranya mengetahui apakah akhlaknya benar-benar baik atau tidak, di situ kadang saya merasa takut,” tanya Inna.

Farida mengatakan, hal tersebut tidak perlu ditakutkan. Minta petunjuk Allah dan jawaban dariNya adalah yang terbaik. “Di sini kan bisa dikatakan satu frekuensi karena gurunya sama, nah yang butuh perjuangan adalah terus bisa melengkapi satu sama lain agar selalu bisa satu frekuensi,” ujar Farida.

Senada dengan Farida, Evita juga mempunyai pendapat yang sama. “Benar sekali, kita harus terus istiqomah memperbaiki diri, mohon petunjuk dan lindungan dari Allah, insyaAllah untuk yang belum menikah Allah akan pilihkan yang terbaik. Dan untuk kita yang sudah menikah selain terus berusaha memperbaiki diri juga harus tetap berdoa dan yakin,” ungkapnya.

Allah adalah pemilik dan Maha membolak-balikkan hati manusia. Istiqomah memperbaiki diri, mohon petunjuk dan lindungan dari Allah, insyaAllah kita akan mendapatkan pasangan yang baik.

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”(QS.An­-Nuur:26).

Sumber gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *