Mencari Kebahagian Dunia Akhirat

Oleh: Musrifah Nama saya Musrifah, a single mother dari satu anak perempuan umur 10 thn,Tika. Bicara mengenai kalimat 'mau nyari siapa lagi' mengingatkan saya akan hari² yg telah saya lalui. Saya mau cerita kisah saya.   Dahulu, saya selalu berpikir bahwa hanya dengan bekerja dan mendapat uanglah segala kebutuhan akan bisa terpenuhi. Tahun 2008 silam, saya meninggalkan suami dan anak yg msh berusia 3 thn untuk bekerja di LN sbg TKW di Dubai. Dengan harapan punya cukup uang untuk bs membayar DP rumah,bgtu rencana kami waktu itu. Tapi kisah kami bercerita lain, setahun saya bekerja,rumah tangga kami mulai retak. 2010 saya pulang, dan menerima talaq. Lagi²,saya hanya mencari bantuan kesana kemari untuk mendamaikan kemelut rmh tangga kami. Saya lupa pada sang pemilik Kedamaian itu sendiri. Akhir tahun 2011 saya ke PA, dan April 2012 ketuk palu. 2013 saya putuskan untuk bekerja ke LN lagi, kali ini tujuan saya ke Taiwan. Pekerjaan saya yg menyita bnyak waktu,juga menjauhkan saya dari sang maha pemberi waktu. Berbekal smartphone, saya mengenal sosmed ini itu dgn berbagai karakter teman. Sampai akhirnya saya mengenal lelaki yg gak pernah bosan menasehati saya untuk terus mendekatkan diri pada sang pemberi rizki. Beliau mengingatkan sholat, sedekah, sholawat dan tadarus. Beliau berhasil mengingatkan saya tentang siapa yg harus saya cari. Dan benar adanya, Allah maha Mendengar. Perlahan saya meminta padaNya untuk pindah tempat kerja yg bisa memberi saya cukup waktu untuk melaksanakan kewajiban saya, Allah mengabulkan pinta saya. Maret 2014 pasien yg saya jaga meninggal,dan mengharuskan saya pindah majikan. Dan luar biasa,keinginan saya terkabul,pekerjaan baru saya memberikan saya waktu begitu banyak untuk saya gunakan semau saya. Hehehe, Alhamdulillah.   Hanya berbekal keinginan untuk mendekatkan diri pada Allah,saya ditunjukan begitu bnyak jalan untuk belajar ilmu agama. Berawal dr video tausyah UYM di youtube, saya mendengar paytren dan langsung gabung,dan satu persatu program di dalamnya saya ikuti. Memang jalan yg saya lalui sebenernya tidak sesederhana kisah yg saya tulis,tapi satu pengingat utama yg harus saya ingat adalah 'mau nyari siapa lagi'. Dengan status janda saya ini, sayapun mencari lelaki untuk menjadi calon suami kelak. Alhamdulillah beberapa kali saya ditolak dgn alasan yg beragam. Dan Alhamdulillah jg setiap ditolak saya masih bisa kembalikan pada sang pemilik hati. Saya yakin,bahwa ketika yg saya cari adalah keridhoanNya,sayapun hanya akan dipertemukan dgn yg Allah Ridhoi. Akhir januari 2016 kelak, saya habis kontrak dan salah satu keinginan besar saya adalah menikah lagi. Semoga dikabulkan. Saya berharap,ketika punya pasangan kelak akan lebih banyak karunia dan ridho Allah yg bisa kami cari. Saya tak ingin mencari siapa² lagi untuk meminta kebahagiaan dunia akhirat saya. Hanya Allah. Allah dulu,Allah lagi dan Allah terus.   “Robbana laatuzi'quluubana ba'da idhadaitana wahablana minladunka rohmah innaka antal wahhaab” . Aamiin.      

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.