Keajaiban Shalawat

Oleh: Muhammad Agil

Nama saya Muhammad Agil, 21 tahun. Saya seorang multi status, hehe. Maksudnya, saya adalah seorang pekerja sekaligus pelajar. Ya, hari senin-jum’at saya bekerja di salah satu pabrik di kaawasan industri menara permai. Dan sabtu-minggu saya jadi seorang mahasiswa yang kuliah di salah satu universitas islam di daerah jakarta timur, tepatnya di Universitas Islam As-Syafi’iyah. Saya mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam. Alhamdulillah sebentar lagi masuk semester II, semoga tidak ada masalah dengan biaya spp nya, mohon doanya.Bicara tentang judul yang saya tulis di atas, yaitu “KEAJAIBAN SHOLAWAT” saya akan bercerita tentang kisah yang saya alami sendiri, bukan kisah orang lain.

Suatu ketika saya akan berangkat kuliah, segala perlengkapan sudah saya siapkan serapi mungkin. Termasuk jas hujan, mengingat waktu itu di indonesia sedang dalam musim hujan. Dan sempat terlintas di pikiran saya, bahwa hari ini akan hujan, kemudian singkat cerita, di pertengahan jalan saya menuju kampus, prediksi saya ternyata tepat. Walhasil saya berhenti dulu di pinggir jalan, dan waktu itupun saya santay saja, mengingat saya membawa jaas hujan. Sampai kemudian Allah berkehendak lain, ternyata pas saya buka jok motor saya, ternyata jas hujan yang sudah saya siapkan dari rumah tadi TIDAK DIBAWA. Perasaan kesal sama diri saya sendiri pun seketika datang, namun saya hanya bisa pasrah dengan keadaan. Jam tangan saya menunjukan pukul 11:15, saya masuk kelas jam 12:30. Hujan masih belum menunjukan tanda-tanda akan berhenti, setelah saya menunggu hampir setengah jam.

Kemudian saya teringat kata-kata Ustadz Yusuf Mansur akan keajaiban membaca sholawat, yang bisa kita gunakan di saat kita membutuhkan pertolongan Allah. Dan memang benar juga, buat apa saya nungguin ujan, yang nggak tau kapan akan berhenti. Mending saya baca sholawat. Sebelum sayamembaca sholawat, saya bilang dulu sama Allah, “Ya allah, hujan ini terjadi atas kehendak-Mu, dan engkau jualah yang berkuassa menghentikan-Nya, Rabb saya tau hujan ini adalah berkah dari-Mu, maka sangat tak pantaslah saya mengeluh ketika hujan ini turun, tapi ya rabb, engkau kantau, bahwa saya mau berangkat kuliah, masuk jam setengah satu, sekarang sudah jam 12 kurang 15 menit, Rabb jikalau saya boleh memohon, tolong dong bikin berhenti dulu hujannya, sampai saya sampai di kampus, setelah saya sampai, terserahdah mau engkau terusin lagi ujannya atau tidak. Dan saya mau baca sholawat supaya engkau hadirkan pertolongan-Mu.”

Kemudian mulut saya mulai melantunkan bacaan sholawat, “Allohumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala aali sayyidina Muhammad”, sambil jari-jari saya gerakkan sebagai pengganti tasbeh. Dan ternyata masya Allah, sampai hitungan ke 33 saya membaca sholawat, ternyata hujannya tambah gede, hehe. Tapi saya tidak menyerah, saya terusin lagi bacaan sholawaytnya, dan pada hitungan ke-100, subhanaAllah, Allah menunjukkan kebesaran dan kuasanya kepada saya. Hujannya seketika pun berhenti, tinggal gerimis. Walhasil saya lanjutkan perjalanan, dan sampai ke kampus tepat waktu, bahkan lebih awal dari yg lain.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *