Iri yang Terpuji

Ketika mendengar kata iri mungkin kita akan langsung berpikir negatif, tapi ternyata  ada iri yang terpuji dan kita boleh iri dalam hal-hal tertentu.  Iri di sini bukan berarti iri akan hal yang bersifat duniawi. Tapi, lebih daripada itu. Irilah dengan hal yang lebih dari itu. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada (sifat) iri (yang terpuji) kecuali pada dua orang: Seorang yang dipahamkan oleh Allah tentang Al Qur'an kemudian dia membacanya di waktu malam dan siang hari, lalu salah seorang tetangganya mendengarkan (bacaan Al Qur'an)nya dan berkata, “Duhai kiranya aku diberi (pemahaman Al Qur'an) seperti yang diberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan seperti (membaca Al Qur'an) seperti yang diamalkannya. Dan seorang yang dilimpahkan oleh Allah baginya harta (yang berlimpah) kemudian dia membelanjakannya di (jalan) yang benar, lalu ada orang lain yang berkata, “Duhai kiranya aku diberi (kelebihan harta) seperti yang diberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan (bersedekah di jalan Allah) seperti yang diamalkannya.” (HR. Al-Bukhari). Dari hadist di atas, terlihat jelas kalau hanya pada dua orangl lah kita dibolehkan untuk merasa iri. Yang pertama adalah mereka yang memahami Al Qur’an dan yang kedua adalah mereka yang memiliki harta lalu menginfakkannya di jalan Allah SWT. sumber gambar 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.