Gue Lag Diuji Sama Allah Nih…

Oleh: MIFTAKHUN NIAM SMI GRUP 4.   Banyak orang yang bilang “Gue lagi di uji sama Allah nih” dengan gampang banget. Tanpa melihat latar belakang yang ada pada dirinya. Menurut saya, tidak bisa dengan mudah kita dikatakan sedang diuji oleh Allah. Kriteria diuji itu punyanya orang yang beriman. Masalahnya kita sudah masuk kriteria beriman atau belum? Kalau jawaban dari pertanyaan terakhir saya tadi “belum”, maka hal yang sedang terjadi sebenarnya bukanlah ujian, melainkan sebuah azab. “Ustadz, saya lagi diuji nih.” “Diuji apaan pak?” “Anak saya kemaren ketangkep polisi masalah narkoba” “Masyaallah, kenapa bisa begitu pak?” “Entahlah tadz, saya bingung sekarang. Keluarga jadi berantakan beberapa tahun terakhir ini. Mohon doanya ustadz, biar saya dikuatin menghadapi ujian ini”. “Mohon maaf pak sebelumnya, kalau dari saya sendiri, Ujian itu di berikan Allah kepada umatNya yang beriman. Bapak sendiri sudah bener-bener beriman?” “maksudnya beriman bagaimana ustadz?” “Sholatnya bapak gimana, berapa waktu sehari?” “Ustadz ini gimana, anak kecil juga tahu kalo sehari sholat wajib 5 kali” “Tepat waktu gak?” “Hehe, sering telatnya tadz” “Hhmm... berarti ada belum beres nih dari amalan bapak, terutama sholatnya. Saya sarankan mulai hari ini perbaiki sholatnya, tepat waktu, berjamaah, di masjid, kalau bisa sebelum adzan bapak udah standby di masjid” “Iyah tadz, insyallah. Ustadz, kalau dipikir-pikir mungkin bener juga. Gak pantes saya bilangnya ini semua ujian, saya juga banyak salah sama keluarga saya. Mungkin ini bener adzab buat saya atas perbuatan saya yang dulu” “Naah. Udah mulai sefaham ini sama saya pak. Bisa jadi begitu pak, karena emang Allah Maha Penyayang kepada semua umatnya. Khusnudzon aja sama Allah, mungkin jikalau azab ini jadi ditimpakan kepada bapak di akhirat, bapak gak bakal kuat nahan siksanya, jadi mendingan di turunin dunia aja deh azab nya”. “Iyah ustadz, selanjutnya apa yang harus saya lakukan?” “Perbanyak istighfar aja, minta ampun sama Allah, Yang Maha Mengampuni dosa-dosa hambaNya. Jangan lupa juga benahi ibadah-ibadah nya tegakin yang wajibnya, diriin yang sunnahnya, perbanyak shodaqoh, sholawat, dan lain sebagainya pokoknya yang baik-baik deh. Insyallah hidup bapak akan kembali lurus lagi” “Aamiin.makasih nasihatnya tadz, saya pamit dulu” Begitulah kiranya, suatu kejadian yang memberikan ketidak tenangan dalam hati kita tidak bisa langsung diartikan sebuah ujian bagi kita, patut ditinjau pula diri kita. Sudah pantaskah kita “Diuji” oleh Allah ?. Apakah bukan azab yang diturunkan Allah akibat dosa-dosa selama ini?. Wassalamualikum wr. wb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.