Doa yang Dihantarkan dengan Salawat

“Salawat itu doa. Sedang kalo doa, kembali lagi pada yang mendoakan. Kiranya, kalau mendoakan nabi? Doa buat nabi, kembali ke kita. Wow” -Ustadz Yusuf Mansur-
Mohammad Noor Erfansyah percaya jika setelah kesulitan pasti ada kemudahan, dan doa yang diiringi salawat pasti tidak akan terhalang. Beberapa hari lalu, Erfan, panggilan akrabnya, sedang puasa sunnah dan kebetulan bertugas di daerah Jakarta Selatan. Singkat cerita, ketika akan pulang, seorang teman datang menghampirinya meminjam uang untuk ongkos. “Di kantong tinggal ada dua lembar uang segitu-gitunya. Tiba-tiba teman harus ke lokasi lain dan minta yang selembar buat naik taksi online katanya karena hujan dan wanita pula, hilanglah yang selembar sisa selembar buat bayar parkiran,” katanya. Erfan mengaku sempat bingung karena ia harus membeli makanan untuk berbuka sedangkan uangnya pas-pasan. Di tengah kebingungan yang sedang melanda, Erfan ingat salah satu tausiah Ustadz Yusuf Mansur mengenai doa yang dihantarkan dengan salawat. “Salawatin deh semoga ada yang kirim makanan buat buka. MasyaAllah, Allah kirim gorengan sama air putih botolan,” ujarnya. Tidak berhenti di sana, sehabis magrib ketika akan pulang, Efran kembali doa dan salawat agar ketika sampai di rumah sudah ada makanan enak. Benar saja, sewaktu sampai di rumah, Efran disambut dengan makanan kesukaannya. “MasyaAllah, yuk salawat. Kata Ustadz Yusuf Mansur kalau ngajak salawat kebagian juga pahalanya,” tutur Efran. “Dengan salawat, doa pun menjadi makbul sebab sebelum dan sesudah berdoa kita menyebut nama rasul dengan penuh pemulian dan penghormatan. Sesiapa yang berdoa dengan menyebut nama Muhammad, Sholla’alaih, maka doa itu sungguh tak terhalang,” kata Ustadz Yusuf Mansur. Sumber gambar   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.