Dhuha sebagai Kendaraan Rezeki Kita

Dhuha merupakan salah satu salat sunnah yang dilakukan sejak naiknya matahari, yaitu sekitar ¼ jam setelah munculnya matahari sampai menjelang zawal (tergelincirnya matahari). “Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari, demi bulan apabila mengiringinya, demi siang yang menampakkannya, demi malam apabila menutupinya, demi langit serta membinanya, demi bumi serta penghamparannya, demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Dia mengilhamkan kepadanya kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya”(QS. As-Syams:1-10). Bahkan dikatakan bahwa salat dhuha merupakan wasiat khusus dari nabi. “Salat Dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi ` kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari). Banyak sekali keutamaan ketika kita mau mendawamkan salat dhuha. Ustadz Yusuf Mansur juga pernah mengatakan, jika salat dhuha bisa menjadi kendaraan kita untuk mendapatkan rezeki berlimpah dari Allah SWT. “Geber ibadah dan doanya. Tahajjud, istiqomahin. Dhuha, istiqomahin. Salat berjamaah, dan qoliyah ba’diyah, istiqomahin,” ungkapnya. Menurut Ustadz YM, hal ini merupakan sebaik-baiknya mencari tambahan karena bersumber dari Allah yang sudah pasti Maha Kaya, sudah pasti memberi, asal dilakukan dengan serius, sungguh-sungguh, dan istiqomah. “Ini benar-benar sebaik-baiknya nyari rizki. InsyaAllah, Allah bakal ngunjukin jalan, dan ngangkat derajat,” tambahnya.  Sumber gambar 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.