Berkah Salawat

Apa yang biasa kita lakukan di waktu senggang? Pasti jawabannya bermacam-macam. Selama masih positif tentu tidak masalah. Tapi, seberapa sering kita mengeluarkan kata-kata yang tidak berisi sama sekali, tidak bernilai ibadah, atau terkadang tanpa kita sadari malah menambah dosa?

Daripada berbuat yang tidak ada nilai ibadahnya, lebih baik kita bersalawat. Nyatanya salawat bisa kita lakukan kapan dan di mana saja tidak perlu menunggu setelah salat, misalnya.

Salawat bisa dilakukan kapan dan di mana saja, salah satunya bisa dilakukan saat di angkot. Hal inilah yang dipraktekkan oleh Mela Marlina, sahabat SMI dari grup 48. Mela Marlina baru saja mengalami keajaiban salawat.

Di sebuah angkot saat akan pergi ke sebuah café, Mela yang tidak tahu bertanya kepada salah satu penumpang, setelah ngobrol-ngobrol ternyata tujuan mereka sama, dan ternyata orang tersebut juga adik dari pemilik café yang hendak didatangi oleh Mela.

“Berkah salawat, selama perjalanan saya berdoa dan dapat 150 kali salawat. Saya bisa sampai di sebuah café dan dipertemukan di angkot sama adik yang punya café, kalau tidak, mungkin saya sudah pulang lagi gak jadi kumpul karena gak tahu jalan, subhnallah,” kata Mela.

Setelah turun dari angkot, keberkahan terus meliputi Mela. Jarak dari pertigaan menuju café lumayan jauh untuk ditempuh dengan jalan kaki. Tapi tiba-tiba saja ada sebuah keluarga yang memberi tumpangan ke lokasi.

“Saya bayangkan kalau Allah tidak pertemukan dengan keluarga tadi, gak tahu bagaimana, saya sangat bersyukur kepada Aĺlah,” ungkap Mela.

Maka, tak diragukan lagi bahwa kedudukan salawat amatlah penting dalam sebuah pengabulan doa. Jika kita hendak berdoa, sertakanlah pujian pada Allah (dengan lafaz hamdallah) dan salawat pada sebelum dan sesudah doa.

Sumber gambar 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *