Allah Menguji, Allah Punya Jawaban

Oleh: Agus Shoffiyulloh Bismillahirahmaanirahiim. Manusia hidup di bumi ini dengan segudang problematikanya dan dengan setumpuk keresahannya. Ya. . setiap orang memiliki masalah di kehidupannya masing-masing, ada yang ringan, sedang-sedang saja dan ada yang terlampau berat, kalau menurut subjektif ya semua masalah yang sedang di hadapinya itu berat menurut dirinya pribadi, namun kalau menurut ketetapan Allah manusia itu di uji sesuai dengan kesanggupannya, jadi saking maha RahmanNya Allah, Allah gak bakalan menguji seseorang melebihi kemampuan dirinya. Bukankah Allah telah menciptakan kita, lalu menyempurnakan kejadian kita, dan Allah pun memberikan karunia kepada kita selaku hambaNya, tak mungkin Allah menelantarkan kita.  Jika Allah menguji kita dengan kesusahan, kepayahan, kesakitan, maka Allah sendirilah yang pastinya mempunyai jawaban, solusi atau jalan keluar serta obat penawarnya. Lantas mengapa manusia sering lupa saat di beri ujian, mereka malah ada yang semakin jauh dari Allah, ada yang lupa sama Allah, bahkan ada yang tak mengenal Allah. Naudzubillah.. . Ada orang yang saat kesusahan menimpanya, dia rela jauh-jauh datang menemui seseorang yang katanya orang pintar untuk mendapatkan kekayaan, jodoh, anak, pangkat atau apalah. Sedangkan sama Allah, dia gak mau minta, gak pernah minta, padahal Allah itu dekat, lebih dekat daripada urat leher kita. Allah Maha kaya, Allah maha pemberi, Allah maha mengabulkan. Dan sebaik-baik pertolongan adalah pertolongan Allah. Allah pun tak pernah tidur, malahan Allah yang mengatur semua urusan, semua perkara. Mudah saja kiranya bagi Allah untuk membuat hidup kita berubah, namun sudah siapkah kita dengan menerima perubahan hidup yang di berikan oleh Allah. Kalo misalnya kita kepengen kaya, tapi dunia kita saja enggak pernah di urus, gimana kita mau ngurus akhirat, yang lebih canggih, yang lebih kekal dari dunia ini. Jadi tetap minta kaya namun jadikan kekayaan itu buat bekal kita kelak di akhirat, kalo istilahnya Ustadz Yusuf Mansur itu "Dunia dapet akheratnya juga kudu lebih-lebih dapet". Hehehe. . . Dalam lingkungan sehari-hari sering saya menjadi saksi bahwa ada orang-orang yang sangat terlihat begitu kenal, begitu dekatnya dengan Allah ketika saya bertemu mereka, orang yang menjaga shalat malamnya, terlihat dari pancaran keceriaan wajahnya, dari aura yang mengelilingi tubuhnya, dari kharismanya memang seperti kemuliaan dari Allah. Tak ada raut kesedihan, maupun kegelisahan saat melihat wajah yang mengistiqamahkan shalat tahajjud. Siapa coba yang gak kepengen seperti itu? Pastinya kepengen kan?. Jadi tak ada yang harus di cari saat kita membutuhkan solusi dari setiap masalah kita selain Allah. Datanglah kepada Allah, tunduk, sujud dan memintalah kepadaNya. Allah berfirman dalam sebuah hadist kudsi, "Apabila seorang hamba mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepanya sehasta, apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa, apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepanya dengn berlari (HR. Muslim). Dengan memulai niat dalam hati, gerak, lalu semoga Allah mengistiqamahkan kita semua, mari mulailah deketin Allah, datengin Allah, ngobrol sama Allah di sepertiga malam kita. Setelah memohon ampunan dan bersyukur, ceritakan semua apa yang terjadi pada hidup kita dari pagi hari sampe sore hari di hari kemarin yang kita alami, dan mintalah kebahagiaan, kelancaran, keberkahan buat pagi harinya yang akan kita jalani. Salam -Agus shoffiyulloh- #SelamatMorningIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.