Allah Al Ghaffar

Assalamualaikum sahabat SMI, semoga  berkah Jumat selalu menghampiri kita. Tadi malam, Ustadz Deddi memberikan Kulwa mengenai Allah Al Ghaffar. Materinya sangat menarik untuk dibahas. Yuk simak! Sahabat SMI, kalau saja kita mau jujur dan apa adanya, rasa-rasanya malu diri ini berada di depan banyak orang, karena begitu banyak cela melekati diri ini. Coba diingat betapa sering perintah Allah kita tinggalkan, shalat tidak berkualitas, malas puasa, enggan zakat karena cinta harta. Belum lagi dosa karena durhaka atau aksi-aksi maksiat yang beraneka rupa, pandangan yang tak terjaga, mulut yang berdusta atau pikiran kotor yang memenuhi benak. Dengan berbagai atribut dosa itu, seharusnya kita tidak lagi memiliki kewibawaan. Tapi ternyata toh kita masih bisa berdiri tegak, melangkah dengan gagah di depan banyak kolega kita. Mereka semua ternyata tidak tahu menahu tentang segala atribut dosa yang kita miliki. Ternyata, segala kekurangan, cela, dan dosa kita tertutupi. Istri kita tidak tahu betapa buruknya kemampuan kita menjaga pandangan. Teman kerja kita tidak sadar betapa gemarnya kita bergunjing tentang mereka. Atasan kita bahkan sering tertipu kalau di balik muka lugu dan penurut ini tersimpan jiwa konspirasi yang siap menjatuhkan dirinya. Tetangga mengangguk hormat setiap kali kita lewat, tidak tahu mereka siapa  kita sebenarnya Kok bisa ya? Itulah indahnya mengenali Allah sebagai Al Ghaffar. Ternyata, Dia, Al Ghaffar yang melakukan itu semua. Allah menutupi segala keburukan kita, sedemikian rupa sehingga istri, teman, dan siapapun yang ada di sekitar kita tetap mengenali diri ini sebagai pribadi yang baik-baik saja. Allah yang menyembunyikan kekurangan diri kita, yang membuat diri kita tetap terhormat di depan anak-anak kita. Sahabat SMI, ternyata segala “kehebatan” yang kita anggap kita punyai ini bukan karena prestasi kita. Ternyata segala popularitas yang kita miliki bukan karena pribadi ini baik-baik banget. Ya, ternyata, itu semua karena segala kenistaan diri ini ada yang menutupi, Allah yang menutupi! Bayangkan jika Allah membiarkan kita dengan segala dosa yang ada dan semua orang tahu perilaku dan kualitas diri kita yang sebenarnya, maka tiadalah guna segala gelar, jabatan, dan harta yang kita punya. Al Ghaffar. Itulah nama mulia yang terambil dari kata “ghafara (menutup)”, yang menurut Imam Ghazali berarti “Yang menampakkan keindahan dan menutupi keburukan”. Hujjatul Islam ini menjelaskan ada tiga hal yang ditutupi Allah. Pertama, jasmani manusia yang tidak sedap dipandang mata, ditutupi dengan keindahan lahiriah. Kedua, segala suara hati yang buruk yang berseliweran dalam benak manusia. Seandainya suara-suara itu tidak ditutupi Allah, dan terbaca oleh manusia lain, entah bagaimana kekacauan yang akan terjadi. Ketiga, dosa dan pelanggaran manusia. Sahabat SMI semua, yuk malam ini kita renungkan. Betul-betul bicara kepada diri kita sendiri, betapa beruntungnya kita punya Allah Al Ghaffar. Sungguh mendamaikan hati, mengenali Allah sebagai Al Ghaffar. Sumber gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.